Kamis, 26 Januari 2017
Pengalaman keberhasilan bayi tabung – keluarga Andreuw
Selama ini saya hanya membaca di website bayi-tabung ini dan juga saya lebih banyak tahu mengenai proses bayi tabung lewat sharing pengalaman temen temen di sini.
Saya dan istri saya menikah di akhir tahun 2006 tepatnya bulan Desember, rencananya tidak mau punya momongan selama setahun pernikahan. Setelah 1 tahun kami pun sudah siap untuk memiliki momongan, tetapi selama hampir 1 tahun mencoba, istri saya masih belom hamil juga. Kami juga berusaha berbagai macam cara agar istri saya bisa hamil dari urut urut maupun obat tradisional. Masih tidak berhasil juga dan kami juga sepakat untuk memeriksa dokter.
Pada waktu itu kami pergi ke dokter rumah sakit Elizabeth Hospital di Singapore dan dokter menyarankan saya untuk mengecek sperma dan istri untuk mengecek daerah rahimnya juga. Hasil dari pengecekan, kondisi sperma saya tidak ada masalah diatas rata2 normal dan juga semua system peranakan istri saya juga tidak ada masalah, tidak ada penyumbatan saluran tuba dan masalah lainnya. Kami di sarankan Dr Kowa (dokter yang menanganin kami) untuk melakukan inseminasi dan kami setuju untuk melakukannya.
Proses inseminasi pertama di Singapore ini gagal. Dan setelah beberapa bulan, kami berencana untuk melakukan inseminasi lagi (belom terpikir untuk program bayi tabung), tetapi ada temen saudara saya melakukan program bayi tabung di rumah sakit Mahkota Malacca dengan Dr Selva. Dengan alasan karena pernikahan sudah mau memasuki tahun ke 3 dan juga membaca banyak pengalaman bayi tabung di website ini, saya dan istri sepakat untuk melakukan program bayi tabung.
Kami melakukan kosultasi dengan Dr Selva (dokter yang minim berkomunikasi dan minim senyum juga, mungkin karena pasiennya yang ramai hehehe), dan Dr Selva tidak menyarankan untuk melakukan bayi tabung dulu di karenakan umur Saya 30 dan istri 28 dan juga di antara kami berdua tidak ada masalah dengan organ reproduksi. Dr Selva menyarankan untuk melakukan iseminasi dulu dan alasan dari Dr Selva dengan melakukan inseminasi selain biaya lebih murah dan tidak terlalu menderita di pihak istri itu, dan alasan terpenting dari Dr Selva yaitu ingin mengetahui kondisi hormon istri saya karena ada hubungannya dengan proses bayi tabung kedepan apabila inseminasi gagal.
Istri mulai start program inseminasi dengan penyuntikan seingat saya sih 5 kalu suntikan yang kami bawa pulang ke Indonesia. Sesudah 5 kali suntikan kami berangkat ke Malacca. Setelah pengecekan Dr Selva, dinyatakan telur tidak berkembang semestinya dan mesti di beri suntikan dengan dosis yang lebih tinggi lagi. Di hari berikutnya juga di nyatakan kurang suntikan dan di beri suntikan lagi. Sempat kesal juga sih, karena dengan tambahan suntikan ini berarti biaya bertambah banyak dan di hitung hitung sudah mau mendekatin proses bayi tabung. Sesudah telur di nyatakan bagus dan proses memasukan sperma di lakukan. Dan hasilnya di nyatakan gagal lagi, tapi istri mengalamin mens dengan banyak darah yang kental kental, kemungkinan gugur.
Sesudah kegagalan iseminasi kedua kalinya kami berdua uda sedih banget dan ingin istirahat dulu. Dan dalam 1 tahun semenjak kegagalan inseminasi kedua kali di Malacca. Kami juga berusaha dengan obat dokter tradisional yang ada di Singapore, tetap gagal. Sampai di pertengahan tahun ini tahun 2010, saya dan istri bertekat untuk melakukan bayi tabung.
Kami melakukannya di Malacca dengan Dr Selva lagi karena dia sudah mengetahui kondisi hormone istri saya. Dan proses bayi tabung di lakukan dengan pemberian suntikan yang kata Dr Selva dosisnya di tinggikan karena waktu proses inseminasi perkembangan telur istri saya agak lambat. Di karena membaca pengalaman bayi tabung temen di sini, jadi proses bayi tabung tidak mengejutkan kami hehehe, apabila tidak membaca dulu mungkin bagi orang biasa akan terkejut dengan melakukan suntikan terus menerus sampai dengan waktu pengambilan telurnya.
Dengan dosis obat suntikan yang pas, telur yang berhasil di keluarin ada 19 dan terjadi pembuahan dengan sperma ada 9 yang terdiri dari 3 paling bagus, 3 bagus dan 3 sedang. Proses ET seperti temen temen alami, cepat dan tidak terasa apa apa. Kami di sarankan transfer embrio 2 yang paling bagus aja karena saran dari Dr Selva melihat umur istri saya yg masih tergolong muda dan juga kata Dr Selva karena keluarga saya ada keturunan kembar jadi takut kalu bisa mengandung kembar 3 dan berbahaya. Sesudah ET kami tidak langsung pulang ke Indonesia, kami tinggal di Malacca selama 3 hari dan baru pulang ke Indonesia sesudah itu dengan 6 jam perjalanan. Kami di beritahu sesudah 14 hari embryo transfer ke Dr Selva lagi untuk pengecekan darah untuk mengetahui kehamilan.
Di 14 hari ini sangat membuat saya dan istri gelisa takut kegagalan lagi. Akhirnya hari yang di tunggu tunggu telah sampai, sesudah selama 4 tahun menanti nanti momongan (bagi yang lebih jangan menyerah ya), hasil sesudah 14 hari dinyatakan istri hamil dengan hasil bhcg 1537 dan Dr Selva bilang kemungkinan hamil kembar. Terima kasih saran dan pengalaman temen temen disini, semoga yang lain bisa berusaha sampai dapat momongan ya. Sekarang hamil istri saya uda memasukin hari ke 20 semoga sukses sampai lahir mohon doa temen temen.
Referenc : BayiTabung.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar